PENGARUH BEBAN KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION DENGAN STRES KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Kasus Pada Driver Perusahaan Otobus Putera Mulya Sejahtera)

Mei Henimaftuloh

Abstract


Penelitian ini diambil di PO. Putera Mulya Sejahtera sebagai salah satu perusahaan bidang transportasi di Wonogiri. Berkaitan dengan sumber daya manusia permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana cara mempertahankan karyawan agar tidak meninggalkan organisasi. Berkaitan dengan hal ini, turnover intention muncul karena adanya beban kerja, dan stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh: (1) Beban kerja terhadap Turnover intention pada driver PO. Putera Mulya Sejahtera; (2) Beban kerja terhadap Stres kerja driver PO. Putera Mulya Sejahtera; (3) Stres kerja terhadap Turnover intention driver PO. Putera Mulya Sejahtera; (4) Beban Kerja terhadap Turnover intention dengan Stres kerja sebagai variabel intervening.
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh driver PO. Putera Mulya Sejahtera, yaitu 102 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan kriteria bekerja lebih dari 6 bulan, maka diperoleh sampel sebanyak 92 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan alternatif pilihan jawaban menggunakan skala Likert yang terdiri dari lima pilihan jawaban. Kuesioner telah diuji cobakan dan telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Pengujian dilakukan dengan causal step yang dikembangkan oleh Baron dan Kenny dengan program SPSS 22.0.
Berdasarkan hasil analisis disampaikan beban kerja berpengaruh positif terhadap turnover intention, beban kerja berpengaruh positif terhadap stres kerja, stres kerja berpengaruh terhadap turnover intention, serta stres kerja memediasi beban kerja terhadap turnover intention secara parsial.
Kata kunci: Beban Kerja, Stres Kerja dan Turnover Intention


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.