PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SISTEM PENGAPIAN OTOMOTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TKR SMK N 1 SAPURAN WONOSOBO

Muhamad fatah sururi Bambang sudarsono

Abstract


Tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui prosedur pengembangansistem pengapian konvensional, (2) mengetahui hambatan dalam pembuatanmedia pembelajaran serta, (3) memberikan motivasi dan meningkatkan keaktifansiswa didalam mengikuti pembelajaran serta meningkatkan hasil belajar siswasesuai dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) sekolah sebesar 75 pada matapelajaran sistem pengapian dengan menggunakan media pembelajaran trainersistem pengapian konvensional. Jenis penelitian yang digunakan research anddevelopment.Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes untukmengukur hasil belajar, motivasi dan, keaktifan belajar siswa. Teknik analisis datamenggunakan pengujian terbatas dan pengujian prasyarat analisis yaitu ujinormalitas dan homogenitas serta pengujian hipotesis menggunakan uji t. Darianalisis data menunjukkan pengujian normalitas menggunakan uji Lillieforsdengan tingkat signifikansi  = 0.05 diketahui data berdistribusi normal, danhasil uji homogenitas diperoleh hasil perhitungan dengan 𝐷𝐾 ={𝑋2|𝑋2 > 𝑋0,05;π‘˜βˆ’12 = 5,991} atau π‘‹β„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘”2 < π‘‹π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™2 maka H0 diterima/homogen,sedangkan pengujian hipotesis melalui uji t dihasilkan nilai π‘‘β„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘”= 2,824 denganπ‘‘π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™= 2,021 pada taraf signifikansi  = 0.05 atau π‘‘β„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” > π‘‘π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ maka π»π‘Žditerima. Prosedur pengembangan sistem pengapian konvensional di SMKNegeri 1 Sapuran Wonosobo dimulai dari tahap observasi, dilanjutkan denganpembuatan media pembelajaran trainer. Hambatan didalam pembuatan mediapembelajaran yakni belt (pengubung) antara penggerak dengan distributorrentan kendur/putus, sehingga perlu menggunakan karet bekas ban dalam tanpadisambung dan perlu pernggantian secara berkala. Peningkatan hasil belajarsiswa pada kelas eksperimen sebesar 14%, dengan nilai rata-rata 76,96 (sudahmemenuhi KKM) dengan demikian menunjukkan siswa lebih aktif dantermotivasi dengan adanya media pembelajaran trainer sistem pengapiankonvensional. dan nilai rata-rata siswa pada kelas kontrol sebesar 71,66 (belummemenuhi KKM).Kata Kunci : Pengembangan, Media pembelajaran , Trainer, Hasil Belajar

Full Text:

PDF Text


DOI: https://doi.org/10.37729/autotech.v9i1.3385

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed Abstract:

Penerbit:
Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Purworejo
Jl. KHA. Dahlan 3 Purworejo, Jawa Tengah, 54111
email: pto@umpwr.ac.id

Β Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.