Kajian Folklor dalam Tradisi Nyokol omah di Desa Ketep, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang

Dhoni Sutrisno

Abstract


Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) prosesi pelaksanaan tradisi Nyokol omah, (2) makna simbolik sesaji yang digunakan dalam tradisi Nyokol omah, dan (3) fungsi folklor dalam tradisi Nyokol omah. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan yang berjumlah delapan. Data dari penelitian ini berupa wawancara dari informan. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri (participant observer). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, teknik observasi partisipasi, dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data model interaktif. Teknik penyajian data menggunakan teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan (1) prosesi tradisi Nyokol omah meliputi: (a) penentuan hari, (b) tahlilan, (c) njagongke warga, (d) makan bersama, (e) pelaksanaan tradisi (persiapan sesaji, mengubur degan ijo, menggantung sawen, dan kenduri), (f) jedholan srana, (g) nandhur srana, dan (h) nyepasari, (2) sesaji yang digunakan meliputi: (a) degan ijo, (b) gereh petek, brambang, bawang, lombok abang, mrica, dan garam, (c) dom, (d) bolah putih, (e) padi dan jagung, (f) takir, (g) janur kuning, (h) jengga, (i) empluk kendhi dan beras empluk, (j) senthir, (k) wit gedhang, (l) wit tebu, (m) godhong dadap srep, (n) godhong ringin, (o) sendhang panguripan, (p) tumpeng rasul, (q) ingkung, (r) jajanan pasar, (s) jenang abang putih, (t) ketan, (u) tempe, krupuk dan sayur, (v) gedhang Raja, (w) banyu kembang, (x) kemenyan, (y) dhuwit, (z) wedhang (kopi, putih, teh) dan rokok, (3) fungsi folklor dalam tradisi Nyokol omah meliputi: (a) fungsi sosial, (b) fungsi ritual, (c) fungsi pelestarian tradisi, (d) fungsi pendidikan, dan (e) fungsi pelestarian lingkungan hidup.
Kata Kunci: tradisi Nyokol omah

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.