Kajian Folklor dalam Tradisi Guyang Jaran di Desa Karangrejo Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo

Ade Ayu Mawarni

Abstract


Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui bagaimana asal-usul pelaksanaan Guyang Jaran yang dilakukan oleh Grup Kesenian Jaran Kepang “Turonggo Seto” beserta masyarakat setempat di Desa Karangrejo, (2) mengetahui proses pelaksanaan Guyang Jaran yang dilakukan oleh Grup Kesenian Jaran Kepang “Turonggo Seto” beserta masyarakat setempat di Desa Karangrejo , (3) mengetahui makna simbolis sesaji atau ubarampe yang digunakan dalam pelaksanaan Guyang Jaran yang dilakukan oleh Grup Kesenian Jaran Kepang “Turonggo Seto” beserta masyarakat setempat di Desa Karangrejo. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Tempat penelitian dilakukan di Desa Karangrejo kecamatan Loano Kabupaten Purworejo, waktu penelitian mulai bulan November 2013 sampai Juli 2014. Sumber data diperoleh dari informan yang mengetahui benar tentang data yang diperlukan dalam penelitian ini.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi partisipan, teknik wawancara mendalam, dan teknik dokumentasi. Instrumen penelitian yaitu peneliti sendiri yang bertindak sebagai participant observer (penelitian berperan). Hasil dari penelitian ini adalah, (1) asal-usul pelaksanaan Guyang Jaran yang dilakukan oleh Grup Kesenian Jaran Kepang “Turonggo Seto” beserta masyarakat Desa Karangrejo (2) prosesi pelaksanaan Guyang Jaran meliputi (a) ziarah ke makam para leluhur desa, (b) di keluarkannya kuda kepang dari Kandang dan diarak menuju tempuran Sungai Bogowonto, (c) prosesi Ritual Memohon Ijin yang dilakukan oleh pawang, (d) Guyang Jaran, (e) kubur jaran, (f) wilujengan atau selamatan, (g) pentas. (3) ubarampe yang digunakan (a) sesaji yang digunakan pada saat pelaksanaan Guyang Jaran adalah berupa kemenyan dan kembang telon, (b) sesaji yang digunakan dalam acara wilujengan atau selamatan yaitu tumpeng dan lauk, sega golong, jajan pasar, (c) sesaji yang digunakan dalam pementasan Jaran Kepang grup kesenian Jaran Kepang “Turonggo Seto” yaitu yang berupa nasi rasul, ingkung, bubur jenang sengkolo, kupat lepet , padi, daun papaya, dan pisang raja, bonang-baneng, minyak wangi, kinang, rokok, pupur, sisir, kaca, wedhang 12 warna, bunga setaman , degan (kelapa muda), uripan (ayam kampung).

 

 

Kata kunci: kajian folklor,tradisi guyang jaran.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.